Panduan Cara Budidaya Belut

Cara Membuat Media Belut

Membuat media belut tidaklah sulit misalkan kita membuat kolam dengan tipe (80% tanah, 10% gedebog pisang, 10% jerami)
Kita anggap saja kita mulai membuat kolam pada tanggal 1.
Tanggal 1 :
• Masukan tanah sawah / tanah kolam setebal 80% x tinggi kolam
• Masukan gedebog pisang 10%
• Masukan jerami busuk 10%
• Masukan air yang penuh
• Masukan eceng gundok yang penuh
Tanggal 3 :
Kuras air, media gedebok pisang dan jerami pasti susut, boleh ditambah boleh tidak akan tetapi sebaiknya tidak. Lalu air dimasukan lagi. Air dikuras untuk menghilangkan lendir gedebok pisang dan jerami
Tanggal 6
Kuras air, media gedebok pisang dan jerami pasti susut, boleh ditambah boleh tidak akan tetapi sebaiknya tidak. Lalu air dimasukan lagi. Air dikuras untuk menghilangkan lendir gedebok pisang dan jerami
Tanggal 9
Kuras air, media gedebok pisang dan jerami pasti susut, boleh ditambah boleh tidak akan tetapi sebaiknya tidak. Lalu air dimasukan lagi. Air dikuras untuk menghilangkan lendir gedebok pisang dan jerami
Dan bibit masukan bibit yang diperlukan

Kolam :
Pembuatan kolam pembesaran belut diawali dengan perencanaan konstruksi kolam apakah berupa kolam bawah tanah ( kolam gali ) atau kolam di atas tanah ( kolam tembok ), lalu pemilihan lahan yang tepat untuk kolam. Kemudian dilanjutkan dengan penggalian tanah atau pembuatan bak diatas tanah. Kolam-kolam pembesaran belut dengan menggunakan kolam permanen ( tembok ) memiliki ukuran maksimal 500 cm X 500 cm kedalaman 120 cm.

Namun demikian anda juga bisa menggunakan kolam terpal dengan ukuran 400 cm X 200 cm dengan kedalaman 100 cm. Menggunakan kolam terpal memang lebih efisien dan mudah dipindahkan apabila ingin dipindahkan ke tempat lain.

PEMELIHARAAN :
Setelah anda menyiapkan kolam tersebut di atas, langkah selanjutnya adalah mengisi kolam dengan media pemeliharaan dengan urutan dan ukuran sebagai berikut :
1. Jerami setinggi 25 - 40 cm.
2. Pupuk Urea 5 kg dan NPK 5 kg (kolam berukuran 500 cm X 500 cm atau perbandingannya).
3. Lumpur/tanah setinggi 5 cm.
4. Pupuk Kandang setinggi 5 cm.
5. Pupuk kompos setinggi 5 cm.
6. Lumpur/tanah setinggi 5 cm.
7. Cincangan Batang Pisang setinggi 10 cm.
8. Lumpur/tanah setinggi 15 cm.
9. Air setinggi 5 cm.

Media pemeliharaan ini didiamkan agar terjadi proses permentasi selama kurang lebih dua minggu, atau paling lama 1 bulan sehingga siap untuk ditaburi bibit/benih belut yang akan dibudidayakan.

Pelaksanaan pembesaran dapat dimulai setelah kolam dan media pemeliharaan siap. Langkah berikutnya adalah memilih bibit belut yang baik agar hasilnya dapat masimal. Bibit belut ini harus dipilih yang sempurna atau normal dan singkirkan yang tidak normal. Belut yang berkualitas ini akan menghasilkan hasil yang baik, sehingga akan berkembang dengan baik pula.

Belut berkualitas memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Anggota tubuh utuh dan mulus yaitu tidak ada luka gigitan atau goresan.
2. Gerakan lincah dan agresif.
3. Penampilan sehat yang dicirikan tubuh yang keras dan tidak lemas manakala dipegang.
4. Tubuh berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklatan.
5. Umur antara 2-4 bulan.

Belut ini mudah berkembangbiak dialam terbuka dan tidak sulit dibudidayakan dikolam yang menyerupai habitatnya serta memberikan penghasilan yang cukup menjanjikan. Pemasaran belut budidaya ini akan dijamin oleh MITRA BELUT.

Secara alami belut memakan binatang lain yang lemah, karena itu mereka harus membuat lubang perangkap yang menyerupai terowongan yang berkelok agar mangsanya tidak mudah lepas. Belut ini dapat dipanen setelah tiga bulan penaburan untuk pasar lokal, namun pasar ekspor minimal enam bulan. Kolam setelah panen diperbaiki dan diganti media pemeliharaannya agar zat renik yang diperlukan pemeliharaan berikutnya dapat tersedia cukup.

Hilangkan asumis bahwa belut itu makan tanah, jerami dan gedebog pisang. Belut itu sifatnya pemburu dan lebih menyukai makanan yg hidup.
macam - macam pakan belut
* Yuyu
* Cacing
* Keong
* Ikan-ikan kecil
* anak kodok
* Belatung
* Bangkai
* Belalang
Tanaman air adalah sesuatu yg wajib, Ahmad Sarkan menggunaka eceng Gondok, disamping cepat berkembang eceng gondok jugadapat menetralisir racun dalam air, Eceng gondog dapat diganti dengan tanaman air seperti kangkung, genjer dll. tapi kalau bisa gunakan eceng gondok, yg jelas tanaman ini untuk melindungi belut dari gangguan dan ada sirkulasi udara.


Cara memberi makan belut dari bulan ke bulan bertambah terus yaitu :
• Bulan 1 ; missal menanam 100 kg maka harus memberikan pakan 5% dari bobot tanam, yaitu 5 Kg Setiap hari selama bulan ke 1
• Bulan 2 ; missal menanam 100 kg maka harus memberikan pakan 10% dari bobot tanam, yaitu 10 Kg Setiap hari selama bulan ke 2
• Bulan 3 ; missal menanam 100 kg maka harus memberikan pakan 15% dari bobot tanam, yaitu 15 Kg Setiap hari selama bulan ke 3
• Bulan 4 ; missal menanam 100 kg maka harus memberikan pakan 20% dari bobot tanam, yaitu 20 Kg Setiap hari selama bulan ke 4
• Selanjutnya (2minggu) belalang, belatung, cacing, anak kodok
Judul: Panduan Cara Budidaya Belut; Ditulis oleh Hery IMG; Rating Blog: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Memberi Tanggapan Atau Komentar, Kometar Spam akan Kami Hapus.