Terbaru

Industri Perkebunan Tentang PALA DAN PENGOLAHANNYA

PALA DAN PENGOLAHANNYA Industri Perkebunan
PENDAHULUANPala [Myristica fragrans Houtt] merupakan salah satu komoditi pertanian yangmemiliki nilai ekonomis tinggi, di samping berjenis-jenis komoditi pertanian ekonomislainnya.Menurut pendapat para ahli, pala adalah tanaman asli Indonesia yang berasaldari MALAISE ARCHIPEL yaitu gugusan kepulauan Banda dan Maluku. Kemudianmenyebar dan berkembang ke pulau-pulau lain yang berada di sekitarnya,bahkan sekarang telah mencapai Aceh, Sulawesi Utara dan Irian Jaya.Sebagai tanaman rempah-rempah, pala dapat menghasilkan minyak etheris danlemak khusus yang berasal dari biji dan fuli. Biji pala menghasilkan 2 sampai 15% minyak etheris dan 30 - 40 % lemak, sedangkan fuli menghasilkan 7 - 18 %minyak etheris dan 20 - 30 % lemak (fuli adalah arie yang berwarna merah tuadan merupakan selaput jala yang membungkus biji).Daging buah pala dapat digunakan sebagai manisan atau asinan, biji dan fulinyabermanfaat dalam industri pembuatan sosis, makanan kaleng, pengawetan ikandan lain-lainnya. Disamping itu minyak pala hasil penyulingan, dapat digunakansebagai bahan baku dalam industri sabun, parfum, obat-obatan dan sebagainya.Sementara itu permintaan pasar dunia akan pala setiap tahun terus meningkat,dan tidak kurang dari 60 % kebutuhan pala dunia didatangkan dari Indonesia.Dalam rangka ikut serta meningkatkan devisa negara melalui export non migas,memperluas lapangan kerja dan melihat prospek pala yang menjanjikan harapanbaik tersebut, maka sudah waktunya tanaman pala perlu mendapatkan perhatiandan penanganan untuk dikembangkan secara luas di Propinsi Irian Jaya.Pala Indonesia lebih disukai oleh pasar dunia, karena mempunyai beberapakelebihan di banding pala dari negara lain, kelebihannya antara lain rendemenminyaknya yang tinggi dan memiliki aroma yang khas.





MENGENAL TANAMAN PALA

Pala ( Myristica fragrans Houtt) adalah tanaman daerah tropic yang memiliki 200species, dan seluruhnya tersebar di daerah tropis.Dalam keadaan pertumbuhan yang normal, tanaman pala memiliki mahkota yangrindang, dengan tinggi batang 10 - 18 m. Mahkota pohonnya meruncing ke atas,dengan bahagian paling atasnya agak bulat serta ditumbuhi daunan yang rapat.Daunnya berwarna hijau mengkilat, panjangnya 5 - 15 cm, lebar 3 - 7 cm denganpanjang tangkai daun 0,7 -1,5 cm.IIITanaman pala termasuk golongan tanaman berjenis kelamin tunggal, meskipunterdapat pula tanaman berjenis kelamin ganda. Berumah dua, yang memilikiperbedaan yang jelas antara pohon betina dan pohon jantan.Tanaman pala betina di tandai dengan pertumbuhan cabangnya secara horizontal(mendatar), sedangkan tanaman pala jantan di tandai dengan cabang-cabangnyayang mengarah ke atas membuat sudut lancip dengan batangnya.Di samping tanaman pala jantan dan betina, terdapat pula yang campuran dimanatanaman jantan akan dapat menghasilkan bunga betina, tetapi jarang terjaditanaman betina berbunga jantan.Tanaman pala memiliki buah berbentuk bulat, berwarna hijau kekuning-kuninganbuah ini apabila masak terbelah dua. Garis tengah buah berkisar antara 3 -9 cm,daging buahnya tebal dan asam rasanya. Biji berbentuk lonjong sampai bulat,panjangnya berkisar antara 1,5 - 4,5 cm dengan lebar 1- 2,5 cm. Kulit biji berwarnacoklat dan mengkilat pada bagian luarnya. Kernel biji berwarna keputih-putihansedangkan fulinya berwarna merah gelap dan kadang-kadang putih kekuningkuningandan membungkus biji menyerupai jala.Myristica fragrans Houtt, Myristica argentea Ware, dan Myristica fattua Houtt,adalah jenis-jenis pala yang dianggap penting karena bernilai ekonomis, sehinggajenis-jenis inilah yang banyak diusahakan. Jenis-jenis pala lainnya yangkurang/tidak bernilai ekonomis sehingga jarang diusahakan, antara lain : Myristicamalabarica Lam, Myristica specioca Ware, Myristica sucedona 81 dan lainlainnya.



a. Myristica fragrans Houtt.

Para petani pala kebanyakan menyebutnya sebagai pala asli, jenis inimerupakan jenis umum yang diusahakan di Indonesia. Penyebarannyayang merata ini disebabkan karena pala yang dihasilkan baik dalam bentukbiji maupun fuli, memiliki mutu yang tinggi, karenanya jenis inilah yangpaling banyak diminta pasar dunia.Dari jenis ini dikenal pula jenis- jenis pala daerah antara lain:- Pala Raja, fulinya cukup tebal dengan biji kecil.- Pala Meraya, buahnya merangkai-rangkai, tetapi jenis ini sudahsangat langka.- Pala Bui, bentuk bijinya bulat panjang, berasal dari pohoncampuran.- Pala Pencuri, kulit biji tidak rata dan fulinya tidak menutup buah.- Pala Holland, dikenal pula dengan nama pala putih karena warnafulinya putih. Fuli ini akan berubah warnanya menjadi kuningsetelah di jemur.



b. Myristica argentea Ware.

Jenis pala ini banyak dijumpai di Irian Jaya, tinggi pohonnya mencapai 15m dan dapat tumbuh pada ketinggian daerah 700 m di atas permukaanlaut. Selain Irian Jaya, pala jenis ini juga terdapat di Seram dan beberapadaerah di sekitarnya.Fuli dari jenis ini disebut fuli liar, karena kualitasnya yang berbeda sertaaroma kurang halus dibandingkan dengan pala jenis Myristica fragransHoutt. Kandungan minyak etheris dari fulinya hanya 6,5%. Pala jenis initerutama dihasilkan menjadi NUT MEG BUTTER. Pala jenis ini termasukyang mendapat pasaran dalam perdagangan.



c. Myristica fattua Houtt.

Jenis pala ini di Maluku disebut pala jantan atau pala utan, di Pulau Jawabuahnya sering dipakai sebagai ramuan bahan jamu.



d. Myristica specioga Ware.

Banyak dijumpai di pulau Bacan, tidak ekonomis, karenanya tidak banyakdiusahakan.e. Myristica sucedona BL.Pala jenis ini sering pula disebut pala Halmahera, tergolong pala eksport.f. Myristica malabarica LAM.Pala jenis ini berasal dari Malabar, bijinya lonjong, tidak memiliki aroma,karenanya tidak diperdagangkan.



SYARAT-SYARAT TUMBUH

TINGGI TEMPAT

Tanaman pala, dapat tumbuh baik pada ketinggian 0 - 700 meter di ataspermukaan laut.



TANAH

Untuk dapat tumbuh baik, memerlukan :- Lapisan atas top soil cukup dalam.- Cukup tersedia unsur hara.- Drainasenya baik.- Udara dalam tanah cukup tersedia.Tanaman pala juga akan tumbuh baik pada tanah yang berstruktur pasir sampailempung dengan kandungan bahan organik tinggi.Pada tanah-tanah yang miskin, tanaman Pala juga dapat tumbuh baik apabila diimbangi dengan pemupukan dan perawatan yang baik.



IKLIM

a. Suhu

Daerah-daerah penyebaran tanaman pala memiliki suhu yang tidak sama,yakni berkisar antara 18º C -34º C. Tanaman pala akan berkembang denganbaik di daerah tropis, dengan suhu optimum untuk pertumbuhan dan produksi±20º C sampai 30º C.



b. Curah hujan

Tanaman pala memerlukan iklim tropis yang panas dengan curah hujan yangtinggi, tanpa adanya masa kering yang nyata.Pada daerah-daerah yang mempunyai kemiringan tajam dan curah hujantinggi, perlu dibuat teras-teras untuk mempertahankan tingkat kesuburantanahnya. Curah hujan yang baik bagi pertumbuhan tanaman pala ±2175 mmsampai 3550 mm/tahun.



c. Angin

Tanaman pala peka terhadap angin kencang, karenanya tidak sesuaidiusahakan pada areal yang terbuka tanpa tanaman pelindung. Angin yangbertiup terlalu kencang, bukan saja menyebabkan penyerbukan tanamanterganggu, malahan buah dan pucuk-pucuk tanaman akan jatuh berguguran.Untuk daerah-daerah yang tiupan anginnya sering keras, penanaman pohonpenahan angin ditepi kebun sangat dianjurkan. Namun tanaman pelindungyang ditanam terlalu rapat, dapat menghambat pertumbuhan tanaman pala,karena adanya persaingan dalam mendapatkan unsur hara.



KETERSEDIAAN AIR

Tanaman pala peka terhadap genangan air, oleh karena itu sebaiknya pada arealpertanaman pala dibuat saluran pembuangan air yang baik. Walaupun demikian,untuk bulan-bulan kering, tanaman pala memerlukan air yang cukup, untuk itutanah harus mempunyai ketersediaan air (water holding capacity) yang cukup.Adanya tanaman penutup tanah dan tanaman pelindung, dapat membantumengatasi ketersediaan air.Terjadinya genangan air pada pertanaman pala, akan berakibat pertumbuhannyaterhambat, bahkan tanaman akan mudah terserang penyakit busuk akar yangdapat memusnahkan tanaman.



POHON PELINDUNG

Dalam pengusahaan tanaman pala, tanaman pelindung angin harusmendapatkan perhatian. Kegunaan lain pohon pelindung adalah untuk melindungitanaman dari sinar matahari yang berlebihan, terutama pada saat tanaman masihmuda.Yang perlu diperhatikan, pada waktu tanaman sudah berumur 4 - 5 tahun,tanaman pala sudah memerlukan sinar matahari yang banyak untuk dapat berproduksi.Oleh karenanya penjarangan pohon pelindung harus dilakukan, hal ini jugapenting untuk mencegah pertumbuhan yang tidak normal yaitu memanjang keatas, dan mencegah terjadinya persaingan di dalam menyerap unsur hara diantara tanaman pala dan tanaman pelindung.Pohon pelindung yang baik adalah pohon yang daunnya tidak terlalu rimbun sertatahan terhadap hempasan angin seperti pohon kelapa, duku, rambutan dan jenispohon buah-buahan lainnya.



PERBANYAKAN TANAMAN PALA

Umumnya tanaman pala dapat diperbanyak dengan mudah melalui tiga cara:- Perbanyakan dengan biji.- Perbanyakan dengan cangkokan- Perbanyakan dengan okulasi.



A. PERBANYAKAN DENGAN BIJI.

Perbanyakan cara ini sebenarnya kurang menguntungkan, karena tanaman baruyang dihasilkan jarang memiliki sifat-sifat persis sama dengan induknya.Umumnya perbanyakan pala dengan biji akan menghasilkan rata-rata pohonbetina 55% , jantan 40% dan campuran 5%. Komposisi seperti ini jelas tidak akandapat memberikan keuntungan, karenanya dalam pengusahaan pala, tanamanjantan dan campuran harus dikurangi. Caranya dengan mengetahui ciri daripohon jantan, betina maupun campuran. Ciri pohon betina cabangnya tumbuhmendatar/ horizontal, sedang pohon jantan cabangnya membentuk sudut lancipterhadap batangnya, sedang pohon campuran adalah pohon jantan yang dapatmenghasilkan bunga betina.Apabila terpaksa memperbanyak tanaman pala dengan biji, biji-biji pala yangakan dipergunakan sebagai benih harus berasal dari pohon induk yang baik, daribuah yang telah masak penuh dan segera setelah pemetikan (selambatlambatnya24 jam penyimpanan) harus disemaikan. Biji pala tersebut harus cukupbesarnya, berbentuk agak bulat dan simetris.Pengalaman di pulau Banda menunjukkan, bahwa hasil seleksi biji yang besardari sekumpulan buah yang telah dipanen untuk dijadikan bibit, diambil dari pohoninduk yang letaknya berdekatan dengan pohon yang berbunga jantan, dapatmemberikan hasil yang memuaskan.



B. PERBANYAKAN DENGAN CANGKOKAN.

Prinsipnya sama seperti mencangkok tanaman-tanaman lainnya, tanaman baruhasil cangkokan akan memiliki sifat-sifat seperti induknya. Pelaksanaannyamudah sekali, sekaligus memanfaatkan cabang-cabang tanaman yang kurangproduktif tetapi memungkinkan untuk di cangkok.Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih cabang yang akandicangkok- Harus berasal dari pohon induk yang pertumbuhannya baik, rimbun,bebas dari hama dan penyakit, serta produktif.- Umur pohon berkisar antara 12 -15 th.- Cabang harus yang sudah berkayu, tetapi tidak terlalu tua ataumuda.Mencangkok sebaiknya dilakukan pada musim hujan, akan tetapi musim kemarautidaklah merupakan hambatan, asalkan dilakukan penyiraman yang teratur. CaraIVlain untuk mengatasinya adalah dengan meletakan kaleng bekas yang diberilubang halus, kemudian diisi air dan diikat/digantungkan tepat di atas cangkokan.Akar hasil cangkokan akan muncul setelah satu bulan, mula-mula berwarna putihkemudian akan berubah warna menjadi coklat tua pertanda akarnya sudah kuatdan siap dipindahkan ke pertanaman.Apabila pencangkokan dilakukan dengan baik, maka tanaman hasil cangkokanakan cepat tumbuhnya dan tahan terhadap perubahan lingkungan setelahdipindahkan ke kebun.



C. PERBANYAKAN DENGAN OKULASI.

Perbanyakan cara ini bukan saja akan mempercepat masa produksi, tetapi dapatpula mengurangi persentase pohon jantan yang muncul. Untuk batang bawahdigunakan jenis pala Myristica sucedona BL, sedangkan untuk cabang entrys(mata tunas) diambil dari cabang pohon yang berproduksi tinggi misalnyaMyristica fragrans Houtt.Syarat-syarat okulasi:- Besar calon batang atas dan batang bawah (under stump) jangan jauhberbeda.- Umur batang bawah minimal 1 tahun.- Mata tunas (entrys) diambil dari cabang yang lurus, dari pohon yangtelah berproduksi.- Satu atau dua minggu sebelum pengambilan cabang entrys, sebagiandaunnya dipangkas untuk merangsang pertumbuhan mata tunas.- Pisau okulasi harus tajam dan bersih.



CARA MENANAM

Untuk tanah-tanah yang belum pernah ditanami, pembabatan semak belukar danpenebangan pohon-pohon sebaiknya dilakukan pada musim kemarau, hal iniuntuk mencegah cepatnya tumbuh kembali semak belukar.Pengolahan tanah dimaksudkan untuk menggemburkan tanah, menciptakan arealyang beraerasi (peredaran udaranya) baik serta membersihkan akar dan sisa-sisatanaman. Untuk areal yang miring, harus dibuat teras-terus untuk mencegahterjadinya erosi.



LUBANG DAN JARAK TANAM

Lubang tanam harus sudah dipersiapkan 1 bulan sebelum tanam, minimal denganukuran 60 X 60 X 60 cm, untuk tanah-tanah yang unsur liatnya banyak, ukuranlubang tanam boleh dibuat lebih besar lagi misal 1 X 1 meter.Dalam menggali lubang, lapisan tanah bagian atas harus dipisahkan denganlapisan tanah bagian bawah, karena keduanya mempunyai kandungan unsuryang berbeda. Setelah 1 - 2 minggu kemudian tanah galian tadi dimasukkankembali ke dalam lubang. Lapisan tanah bagian bawah dimasukkan terlebihdahulu, baru kemudian lapisan tanah bagian atas yang sudah diberi pupukkandang/kompos 1 - 2 kaleng. Dua atau tiga minggu kemudian, penanaman bibitdapat dilakukan.Jarak antara lubang tanam, pada tanah datar dianjurkan 9 X 10 m dan pada tanahberbukit 9 X 9 m.



BIBIT

Bibit yang ditanam adalah yang telah berumur 1 - 2 tahun (bila bibit daribiji/okulasi), bibit yang berasal dari cangkokan segera bisa ditanam setelahakarnya dipandang cukup kuat untuk dipindahkan ke pertanaman.



PEMELIHARAAN

Untuk mencapai hasil yang maksimal dari tanaman yang diusahakan, makapemeliharaan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan, antara laindalam hal:



- Pohon pelindung, tanaman muda umumnya kurang tahan terhadap panassinar matahari. Oleh karena itu untuk menghindari kerusakan tanaman,perlu dipersiapkan pohon pelindung yang cukup. Setelah tanamanbertambah besar, pohon pelindung dapat diperpanjang.



- Penyulaman, bibit yang mati atau tidak normal pertumbuhannya harussegera diganti.



- Penyiangan, ini harus dilakukan secara teratur, untuk menghindaripersaingan dalam pengambilan unsur hara antara tanaman pala denganrumput atau tumbuhan pengganggu lainnya. Penyiangan ini bisa dimulai 2- 3 bulan setelah penanaman, pucuk dan daun-daun baru telah mulaitumbuh (ini berarti pertumbuhan tanaman telah cukup kuat).



- Pemupukan, penambahan unsur hara yang habis terserap oleh tanamanmutlak diperlukan. Hal ini untuk menjamin agar tanaman tumbuh denganbaik dan berproduksi tinggi. Pupuk yang diberikan bisa pupuk organik(kompos, pupuk kandang) dan atau pupuk anorganik (urea, ZA, TSP, KCL,NPK dll). Jenis dan dosisnya disesuaikan dengan kondisi tanaman ataumintalah petunjuk pada PPL setempat. Cara pemupukannya dibenamkandalam parit sedalam 2 - 10 cm, melingkari batang tanaman (selebarkanopi).



- Pengendalian tanaman pengganggu/gulma, hampir disetiap kebun adagulma yang jika dibiarkan sangat merugikan. Oleh karenanyapertumbuhannya harus dikendalikan. Penggunaan herbisida bisa dilakukan, namun efisiensinya perlu diperhitungkan. Karena rekomendasipenggunaan herbisida (jenis dan dosisnya) di setiap daerah mungkinberbeda, maka untuk lebih jelasnya hubungi petugas PPL setempat.



HAMA DAN PENYAKIT

a. Hama-Hama

1. Penggerek batang [Batocera hercules]

Tanda-tanda serangan berupa terdapatnya lubang gerekan padabatang, dengan diameter 1,5 - 2,0 cm, dari lubang ini keluarserbuk-serbuk kayu. Akibatnya dapat mematikan tanaman pala.Cara pemberantasannya : dengan menginjeksi pestisida sistemik kedalam batang tanaman (Dimicron 100 EC atau Tamaron 50 EC). Caralainnya dengan menakik lubang gerekan kemudian membunuhhamanya atau menutup lubang gerakan dengan kayu.



2. Kumbang Areoceum foriculatus

Berukuran kecil menyerang buah pala yang telah jatuh, imagomenggerek buah kemudian meletakkan telur di dalamnya, yangselanjutnya akan berkembang menjadi lundi yang dapat menggerekbuah secara keseluruhan.Cara pencegahannya, buah yang telah dipetik harus segeradikeringkan.



3. Rayap

Serangannya dimulai dari akar, kemudian pangkal batang danseterusnya mengikuti batang bagian dalam, sehingga seluruh bagianbatang dapat terserang. Tanda khusus yang dapat dilihat, adalahterjadinya bercak hitam pada permukaan batang. Bila bercak hitam itudikupas, maka akan kelihatan sarang serta saluran yang dibuat olehrayap di dalamnya. Serangan rayap ini, banyak dijumpai padakebun-kebun yang kurang bersih dari semak dan tanggul-tanggulpohon.Cara pencegahannya, dengan menyemprotkan pestisida pada tanahdan pangkal batang untuk mencegah naiknya rayap ke batang pohon.Cara lainnya adalah dengan menyemprotkan pestisida ke bercak hitamyang telah dibuka, sehingga pestisida akan merembes ke dalam sarangdan saluran-saluran yang dibuat rayap.



b. Penyakit

Penyakit pecah buah atau terbelah putih, penyakit ini disebabkan olehcendawan Coryneum myristicae yang menyebabkan buah terbelah karenapertumbuhan daging buah terhambat, sehingga tidak dapat mengimbangipertumbuhan fuli dan biji, yang akhirnya akan jatuh sebelum tua.Tanda-tandanya : pada bagian luar daging buah yang berumur 5 - 6 bulan,terdapat bercak-bercak kecil berwarna ungu kecoklatan. Bercak-bercak iniakan bertambah besar dan kemungkinan berubah menjadi hitam.Cara pencegahannya; dengan membuat saluran pembuangan air (drainase)yang baik atau melakukan pengasapan belerang di bawah pohon dengandosis 100 gram belerang/pohon.Buah-buah yang terserang segera dibuang dan ditanam dalam tanah.Melakukan penyemprotan dengan fungisida.



PANEN

Tanaman pala mulai berbuah pada umur 7 tahun, dan pada umur 10 tahun sudahberproduksi secara menguntungkan. Produksinya akan terus meningkat dan padaumur 25 tahun mencapai produksi tertinggi. Hal ini berlangsung terus sampaitanaman berumur 60 - 70 tahun.Dalam setahun tanaman pala dapat di petik dua kali, yang setiap daerah biasanyawaktunya tidak sama. Umumnya buah pala dipanen setelah cukup tua, yang ditandai dengan merekahnya buah, umurnya + 6 bulan sejak berbunga.Cara pemetikannya bisa dengan galah yang ujungnya diberi keranjang, ataulangsung memanjat pohon untuk memungut dan memilih buah yang betul-betultua. Buah yang telah dipetik, segera diperlakukan sesuai keperluannya, hal iniuntuk menghindari serangan hama dan penyakit.Dalam setiap tahun, panen pala dilakukan 2 periode, dimana setiap daerah waktupemetikannya tidak sama.Di daerah Fak-Fak misalnya, mengenal 3 musim pemetikan yaitu musim barat,musim matahari (kemarau) dan musim Timur.



a. Musim Barat : dimulai pada daerah pantai ( + bulan Oktober), dua bulankemudian didaerah pegunungan. Biasanya buah-buah yang dipetik padamusim barat ini Kualitasnya baik.



b. Musim Timur : didaerah pantai dimulai bulan Maret, sedang didaerahpegunungan dimulai bulan Juni. Buah yang dipanen pada musim inikwalitas pala dan fulinya lebih rendah, dibandingkan yang di panen padamusim barat.



c. Musim Matahari : adalah musim pemetikan tambahan yang dilakukan diluar musim barat dan musim timur.



PENGOLAHAN

Agar diperoleh mutu hasil yang baik, maka perlu dipetik buah yang benar-benartua/telah membelah. Buah pala yang telah jatuh ke tanah atau bekas dimakanburung, umumnya merupakan buah yang tua juga, tetapi hasil fulinya tidak dapatdiharapkan.Urut-urutan bagian buah pala dari luar ke dalam terdiri atas:- Kulit buah.- Daging buah.- Fuli (arillus).- Kulit biji (cangkang).- Biji.



PENGOLAHAN PALA DAN FULI

1. Pemisahan biji dari daging buah.



2. Pelepasan fuli dari bijinya yang dilakukan dengan hati-hati, dari ujung kearah pangkal, agar diperoleh fuli yang utuh sehingga bermutu tinggi.



3. Pengeringan antara pala dan fuli dilakukan secara terpisah.- Pengeringan biji tidak boleh melebihi suhu 45ºC, karena akan diperolehbiji pala yang berkualitas rendah disebabkan mencairnya kandunganlemak, biji keriput dan berbentuk remah dan aroma biji akan banyakberkurang.- Pengeringan dapat dilakukan dengan penjemuran atau pengasapan.- Pengasapan dilakukan dirumah asap, pada suhu ruangan 35º - 40º C,dilakukan terus menerus selama 10 - 15 hari sampai kadar air bijimenjadi 8 -10%- Pengeringan fuli lebih sederhana, full disebar di atas tampi/nyiru dan dijemur dibawah sinar matahari sampai kadar airnya menjadi 10 -12%



4. Pemisahan biji pala dari cangkangnya.Penyimpanan biji pala kering biasanya masih bercangkang (untukmelindungi dari hama dan penyakit). Cangkang ini dapat dipecah denganmesin pemecah pala atau dipukul dengan pemukul kayu, luka pada bijiakan menurunkan Kualitasnya.



5. Fumigasi (pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan gasracun).Untuk biji pala dilakukan 2 kali, yaitu setelah biji dipisahkan daricangkangnya dan setelah pengepakan dalam karung menjelang dieksport.Untuk fuli juga difumigasi 2 kali, yaitu sebelum dilakukan sortasi dansetelah pengepakan menjelang dieksport.



6. Sortasi.Sortasi biji pala dilakukan menurut: ukuran, warna, keriput/tidak,pecan-basah-lubang/tidak.Pada garis besarnya dibedakan 3 kwalitas biji pala, yang masing-masingdapat dipisahkan atas beberapa sub kualitas.Kualitas I terkenal dengan kualitas ABCD, berasal dari buah petik yangcukup tua dan permukaan biji licin.Kualitas II atau rimple atau SS, permukaan bijinya berkeriput karenaberasal dari buah yang belum cukup tua atau karena mengalamipemanasan lebih dari 45º C.Kualitas III atau BWP (Broken, Warmy, Punky) berasal dari buah yangkurang tua yang dipungut dari tanah, buah yang kurang tua atau buah yangmengalami kerusakan dalam pengolahan.Kualitas ABCD masih dapat dipisahkan atas sub kualitas A, B, C dan Ddengan menggunakan saringan kayu yang mempunyai lubang dengandiameter tertentu. Kualitas rimple/SS, berdasarkan besar kecilnya masihdapat dipisahkan atas sub kualitas R/A dan R/E. Sedang kualitas BWPdapat dibagi atas sub kualitas BWP I dan BWP II.Sortaso biji pala ini dilakukan dengan tangan, dan untuk memperbaikikualitas umumnya dilakukan berulang kali.Sortasi fuli, dilakukan dengan menggunakan ayakan kawat dan pemilihandengan tangan. Setelah fuli dijemur dan mengalami proses fumigasi I,kemudian disortir menjadi 2 kualitas yakni Gruis I dan Gruis II. Ke duakualitas ini kemudian disortir lagi sesuai permintaan pasar internasionalmenjadi sub kualitas Gruis I/Amerika, Gruis II/Amerika, Gruis I/Eropa danGruis II/Eropa. Selanjutnya masing-masing sub kualitas dimasukkan dalammesin pemotong mekanis, yang nantinya akan dihasilkan fuli remah(broken). Proses selanjutnya adalah membersihkan, menapis, mengajak,menghembus full pada waktu jatuh dari ayakan sehingga diperoleh fuli siapuntuk di bungkus.



PENGOLAHAN MINYAK PALA

Biji pala mengandung minyak lemak (fixed oil) sebanyak 25 - 40 % minyak lemakini dapat diperoleh dengan cara menggiling dan memeras biji pala tersebut.Apabila minyak lemak tidak dikeluarkan lebih dahulu, pada penyulingan akan ikuttersuling dan akan sulit di pisahkan dari minyak palanya.Setelah biji pala digiling kemudian dimasukkan bejana, dan dilakukan penyulinganselama +10 - 30 jam. Setelah disaring, minyak ditampung ke dalam botol penampungyang digunakan untuk memisahkan air dari minyak, rendemen minyak yangdiperoleh berkisar antara 7-16 %. Minyak pala berupa cairan yang hampir tidakberwarna/kuning muda, dengan bau khas pala, apabila disimpan akan menyerapoksigen dan menjadi kental. Minyak pala ini dieksport ke Singapura, Perancis,Inggris, Nederland dan Amerika Serikat.



Standar mutu minyak pala:

- Deskripsi : minyak pala adalah minyak yang diperoleh dari penyulinganbiji-biji buah tanaman Myristica fragrans Houtt.

- Jenis mutu : minyak pala digolongkan dalam satu jenis mutu.

- Syarat mutu

Karakteristik Syarat

- Bobot jenis pada 25ºC = 0,847 - 0,919

- Index bias pada 25ºC = 1,474 -1,497

- Putaran optik pada 25º C = +10º - 30º

- Kelarutan dalam etanol 90% = 1-1 jernih, seterusnya jernih.

- Sisa penguapan contoh 4,8 gr sampai 5,2 gr = 2,5%

- Zat-zat asinga. Minyak pelikan negatifb. Minyak terpentin negatifc. Minyak lemak negatifd. Alkohol tambahan negatif



PENGOLAHAN PALA DESTILASI (destining nutmeg)

Pengolahan pala destilasi sangat sederhana sekali, yakni buah pala yang masihmuda (berumur 2 - 5 bulan) dipetik, dilepaskan daging buahnya, kemudian bijinyadijemur dipanas matahari selama 2 - 3 hari, kemudian disortir menurut mutunya.Cars lainnya adalah dikeringkan di atas tungku api (diasap) selama +2 hari. Di pasarandunia terdapat 2 mutu pala destilasi yaitu :- Mutu I kode AZWI.- Mutu II kode ETEZ.Spesifikasi:- Deskripsi : pala destilasi adalah biji pala yang berasal dari buah tanamanMyristice fragrans Houtt yang dipetik muda.- Jenis mutu : ada 2 jenis mutu yaitu, Mutu I (AZWI), buah pala tanpa batokyang dikeringkan, umumnya berasal dari buah muda berumur 2 - 2,5 bulan.Mutu II (ETEZ), buah pala yang dikeringkan, umumnya berasal dari buahmuda berumur 2 - 5 bulan.



- Syarat mutu

Karakteristik

- Kadar air, % (bobot/bobot) males. mutu 1 : 14,0 mutu 2 : 14,0



- Kadar minyak atsiri, (bobot/bobot) min.% muti 1 : 7,5 mutu 2 : 4



- Kadar minyak non atsiri, (bobot/bobot) males.% mutu 1 : 10 mutu 2 :12



- Benda asing, % (bobot/bobot) maks. mutu 1 : 0,5 mutu 2 : 0,5







Sumber :DINAS PERKEBUNANPROPINSI TINGKAT IIRIAN JAYA
Judul: Industri Perkebunan Tentang PALA DAN PENGOLAHANNYA; Ditulis oleh Hery IMG; Rating Blog: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Memberi Tanggapan Atau Komentar, Kometar Spam akan Kami Hapus.